Recent Post

FLEX

Bersama siswa Kelas IX Pangeran Diponegoro

Foto bersama siswa kelas IX Pangeran Diponegoro setelah praktikum Listrik Dinamis

Paduan Suara PGRI Banggae Timur

foto bersama setelah Upacara HUT PGRI

Peserta KMD Pramuka Tahun 2015

setelah Senam, berfoto bersama teman-teman KMD dari Berbagai daerah di Sulawesi Barat

Selasa, 27 Oktober 2020

Jejak Media sosialku

Gambar-gambar yang saya sajikan disini adalah hasil screen shoot di halaman media sosial Facebook " karmila Fahizillah". berikut saya lampirkan screen shoot dari kegiatan sosialisasi tatap muka yang telah saya lakukan di 3 sekolah

A. Kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene






B. sosialisasi di SMP Negeri 3 Majene








C. sosialisasi di SMU Negeri 1 Majene








D. Sosialisasi di SMP Negeri  2 Majene












E. Sosialisasi Vlog di Medsos




















Rabu, 21 Oktober 2020

CV Sang Sahabat

 Bismillah

Sahabat Blogger yang mau tau tentang aku, kalian boleh melihat Videonya berikut ini:



Vlog Pengalaman mengikuti PembaTIK dan Sosialisasi portal Rumah Belajar


Vlog ini berisi tentang pengalaman saya mengikuti kegiatan PembaTIK dan sosialisasi Portal rumah belajar yang saya lakukan di 3 sekolah Kabupaten Majene.

secara lengkapnya silahkan disimak di channel saya..!!!




Selasa, 20 Oktober 2020

Essai PembaTIK Level 4 Tahun 2020 " Duta Rumah Belajar Inspirator & Motivator Abad 21"

 

Duta Rumah Belajar

Inspirator & Motivator Abad 21

Essai ini saya tulis sebagai syarat dan tagihan tugas pelatihan PembaTIK level 4 2020 “Berbagi TIK”. Nama saya Karmila. Saya berasal dari Majene, Sulawesi Barat. Saya adalah guru IPA di SMP Negeri 3 Rujukan Majene dan SRB Sulawesi Barat tahun 2020.

Abad 21 adalah abad kemajuan Teknologi. Perkembangan Ilmu Pengetahuan saat ini tidak lagi dapat dielakkan. Pesatnya kemajuan teknologi dan informasi telah menjalar di berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Peranan guru atau pendidik sangat menentukan maju tidaknya pendidikan di negara tercinta kita yaitu Indonesia. Untuk mengimbangi perkembangan tersebut, maka pendidik dan peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan yang maksimal serta berbagai kecakapan Abad 21.

Dengan dasar tersebut, maka saya sebagai seorang pendidik merasa harus membenahi diri. Bagaimana mungkin saya  yang notabene adalah pendidik mampu melakukan pembelajaran secara biasa di jaman perkembangan IPTEK yang luar biasa ini?. Pertanyaan tersebut terlontar di hati dan mendorong saya untuk harus mengembangkan pengetahuan dan menambah wawasan saya terutama dalam bidang TIK. Selain itu, saya juga memiliki pandangan bahwa seorang guru itu, harus kreatif dan inovatif agar para peserta didiknya termotivasi dan nyaman  untuk belajar. Masa depan bangsa ditentukan oleh generasi muda, maka tugas guru adalah memberikan bimbingan dan pengetahuan kepada mereka agar menjadi generasi yang unggul dan berkarakter.

Sejak tahun 2018 saya mendapatkan informasi tentang Pelatihan PembaTIK  yang diselenggarakan oleh Pusdatin. Pada waktu itu sayapun ikut dan hanya sampai di level 2. Dari sanalah saya juga mengenal portal Rumah belajar Kemdikbud. Pada tahun 2019, saya tidak ikut karena ada bebera pa kegiatan sekolah yang bersamaan. Barulah pada tahun 2020 saya kembali mengikuti kegiatan pelatihan PembaTIK, dan alhamdulillah bisa lolos sampai pada Level 4.

Kegiatan pelatihan PembaTIK yang telah saya ikuti selama ini sangat bermanfaat. banyak sekali ilmu dan pengetahuan baru yang saya dapatkan dan hal itu mampu merubah pandangan saya, bahwa pendidik itu selain harus kreatif dan inovatif, pendidik juga harus bisa menginspirasi banyak orang. Hal itulah yang saya lihat pada para instruktur dari Pusdatin Kemdikbud dan teman-teman Duta Rumah Belajar 2018 dan duta Rumah Belajar 2019. Kemampuan mereka yang luar biasa, tercermin dalam setiap kegiatan pembaTIK level 1, 2, 3, dan 4. Mereka telah berbagi banyak hal kepada kami. Segala yang mereka lakukan saat ini, sangat menyentuh jiwa saya untuk ikut dalam Pemilihan Duta Rumah Belajar 2020. Harapan saya apabila menjadi Duta Rumah Belajar kelak, bisa seperti para pendahulu kami para DRB 2018 & 2019, kreatif, inovatif, dapat memotivasi dan menginspirasi banyak orang terutama kepada peserta didik, rekan-rekan sejawat dan mereka yang menggeluti bidang pendidikan.

“ Hidupnya Pemuda itu dengan ilmu dan taqwa, jika keduanya tidak ada, maka    keberadaannya tidak dianggap ada” ( Imam Syafi’i)

SRB Sulawesi Barat Bertandang ke SMP Negeri 2 Majene

 

Bismillah....

Perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi di era digital ini semakin pesat yang ditandai dengan perubahan- perubahan nyata yang terjadi diberbagai sektor kehidupan. Menghadapi perubahan tersebut maka setiap orang harus berusaha memiliki berbagai kecakapan dan keahlian yang mendukung perubahan tersebut. Kecakapan yang dimaksud adalah kecakapan Abad 21. Menurut Rotherdam & Willingham dalam Trisdiano (2013) menyatakan bahwa kesuksesan seseorang peserta didik tergantung pada kecakapan Abad 21, sehingga peserta didik harus belajar untuk memilikinya. Adapun kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik adalah, Berpikir kritis, kreatif dan inovatif, mampu berkolaborasi serta memiliki kecakapan dalam berkomunikasi.



Apabila peserta didik dituntut untuk memiliki kecakapan-kecakapan tersebut, maka sistem pendidikan di Indonesia harus segera disiapkan agar dapat menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Guru merupakan salah satu pelaku utama dalam dunia pendidikan yang memiliki peran menciptakan generasi unggul dan berkarakter. Olehnya itu guru dituntut untuk terus belajar dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya dengan mengikuti berbagai pelatihan sesuai bidangnya masing-masing.



Sehubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 10 Oktober 2020, SRB sulawesi Barat bertandang ke SMP Negeri 2 Majene. Sekolah ini juga merupakan salah satu sekolah favorit di wilayah kabupaten Majene dan telah mencetak berbagai prestasi dari Tingkat Kabupaten maupun Nasional. Atas rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan pemuda Olahraga Kabupaten Majene serta ibu kepala SMP Negeri 2 Majene, akhirnya kami diberi kesempatan yang spesial untuk melakukan sosialisasi dan Inovasi Pembelajaran dengan Portal Rumah belajar. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh ibu kepala Sekolah dan dihadiri oleh 23 peserta yang berasal dari guru-guru. Beliau menyampaikan kepada kami bahwa ada 2 guru di sekolah ini yang juga mendaftar sebagai peserta PembaTIK tahun ini, namun karena ada kegiatan sekolah yang begitu penting maka peserta tersebut tidak dapat melanjutkan ke level 4. Pada kesempatan ini pula, turut hadir Duta Rumah belajar Sulawesi Barat 2017 yakni bapak Ilham, M.Pd yang senantiasa memberi motivasi dan dukungan penuh demi kelancaran tugas-tugas kami.



Di awal kegiatan ini SRB memberi pertanyaan tebak-tebakan untuk memotivasi peserta sosialisasi. Materi pengenalan fitur-fitur rumah belajar dan model pembelajaran inovatif dibawakan oleh penulis sendiri, sedangkan materi PembaTIK dibawakan oleh rekan kami bapak Abdul Mujid. Alhamdulillah sosialisasi ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta.



Terimakasih kepada ibu kepala SMP Negeri 2 Majene yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan kegiatan sosialisasi serta kepada segenap guru-guru yang telah menyempatkan diri mengikuti kegiatan ini. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat kepada bapak/ibu sekalian. Wassalam

Senin, 19 Oktober 2020

SRB Sulawesi Barat Goes to SMU Negeri 1 Majene

 

Bismillah...

"Jika kau menginginkan sesuatu dalam hidupmu yang tak pernah kau punya. Kau harus melakukan sesuatu yang belum pernah kau lakukan." (JD Houson)

Kalimat motivasi dari JD Houson tersebut sangat menginspirasi penulis untuk berusaha melakukan hal-hal yang bermanfaat yang belum pernah penulis lakukan selama ini. Kegiatan PembaTIK tahun 2020 adalah kegiatan yang paling berkesan bagi diri penulis saat ini. Banyak sekali manfaat yang penulis dapatkan dalam mengikuti kegiatan ini mulai dari level 1, 2, 3 dan level 4. Menghadapi kemajuan teknologi dan automasi masa mendatang, setiap orang perlu dibekali dengan berbagai keahlian. Nah pada Kegiatan PembaTIK ini peserta dibekali dengan berbagai macam pengetahuan dan keahlian mulai dari pengenalan perangkat TIK dasar sampai pada pembuatan video dan pembuatan media pembelajaran interaktif serta cara membuat blog dan vlog. Pengetahuan seperti itulah yang sangat penting dimiliki oleh guru millenial saat ini.


Berkenaan dengan hal itu pda hari Jumat 09 Oktober 2020  SRB Sulawesi Barat, Karmila S.Pd M.Pd dan Abdul Mujib S.Pd M.Pd melakukan kunjungan ke salah satu SMA favorit di Kabupaten Majene yaitu SMA Negeri 1 Majene. Siapa sih yang tidak kenal dengan sekolah ini?. SMU Negeri 1 Majene salah satu sekolah yang banyak melahirkan pemimpin pemimpin cerdas dan SDM unggul di Sulawesi Barat khususnya di wilayahKabupaten Majene. Prestasi prestasi siswa yang pernah diraih oleh sekolah ini ini mulai dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat nasional sudah tidak terhitung lagi. SMA Negeri 1 Majene saat ini juga dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang keren, bapak Mulyadi Said, S.Pd., M.Pd. Penulis banyak belajar dari beliau ini. 

Adapun tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk mensosialisasikan Rumah Belajar dan Kegiatan PembaTIK kepada warga SMU Negeri 1 Majene. Alhamdulillah sosialisasi berjalan dengan lancar dan disambut dengan antusias oleh para peserta. Di awal sosialisasi kami mengajak kepada semua peserta sosialisasi yang berjumlah 29 orang terdiri dari 3 elemen yakni Guru-Guru, KKN PPL UNM dan peserta didik, untuk mengunduh Rumah Belajar di playstore. Sosialisasi tersebut diakhiri dengan tanya jawab oleh peserta dan  testimoni oleh Kepala SMU Negeri 1 Majene dan perwakilan siswa atas nama ananda Reza, dan 1 orang  perwakilan guru bapak Iqbal, S.Pd. inti dari testimoni tersebut adalah mereka berterima kasih karena adanya sosialisasi rumah belajar disertai dengan model model pembelajaran yg saya bawakan sendiri serta tips dan Cara mengikuti PembaTIK yg dibawakan oleh Narasumber Abdul Mujid dengan itu semua membuka pikiran mereka bahwa ternyata Portal Rumah belajar dapat dijadikan sebagai partner yg setia dalam Belajar dan Mengajar.


Terima kasih tak terhingga dari kami SRB Sulawesi Barat kepada bapak Kepala SMU Negeri 1 Majene atas sambutan hangat dan telah memfasilitasi kegiatan ini, kepada  Wakasek kesiswaan bapak Kasman Msj dan bapak Wakasek kurikulum yg selalu berada ditengah tengah kami selama sosialisasi. Terkhusus kepada DRB Sulawesi Barat pak M Ilham terima kasih telah mendampingi dan mendukung segala kegiatan kami 🙏🤗🤗🤗



 

Sabtu, 17 Oktober 2020

PELESTARIAN BUDAYA MANDAR MELALUI FITUR PETA BUDAYA

 

Mandar, adalah salah satu suku yang berada di pulau sulawesi yaitu, Provinsi Sulawesi Barat. Yang terdiri dari 6 Kabupaten; Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah, Mamuju Utara dan Polewali Mandar. Sulawesi Barat mempunyai Jumlah penduduk yg tidak sedikit dengan jumlah 1,285 juta hasil survei di tahun 2014.  Di Sulawesi Barat tidak hanya terdapat suku Mandar saja, tetapi juga ada suku Bugis, Toraja, Jawa dsb.  Banyak keanekaragaman budaya dan Ciri Khas suku mandar yang tentunya belum dikenal banyak oleh masyarakat luas. Dan juga perlu dilakukan pendataan warisan budaya di indonesia agar tetap terjaga kelestariannya.



Budaya Mandar juga termasuk salah satu dari identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya mandar harus terus dijaga keaslian ataupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain.  Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit demi sedikit. Hal ini sangatlah berkaitan erat dengan masuknya budaya asing ke dalam budaya kita.  Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian. Dulunya dalam budaya kita sangat mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup. Akan tetapi, akibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah. Sekarang berpakaian yang membuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat di dalam masyarakat kita.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya mandar tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya Mandar juga dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meninggalkan ciri khas dari budaya tersebut. Minimnya komunikasi budaya. Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya saat ini sering menimbulkan perselisihan antar suku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa. Kurangnya pembelajaran budaya, pembelajaran tentang budaya harus ditanamkan sejak dini namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya Mandar padahal melalui pelajaran budaya kita dapat mengetahui pentingnya budaya mandar dalam membangun budaya bangsa serta Bagaimana cara mengadaptasi budaya Mandar ditengah perkembangan zaman. 

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi yang ditandai dengan kehadiran sejumlah berbagai alat komunikasi mutakhir, di mana setiap orang dapat mengolah, memproduksi, serta mengirimkan maupun menerima segala bentuk pesan komunikasi, dimana saja dan kapan saja, seolah-olah tanpa mengenal batasan ruang dan waktu, dengan sendirinya dalam memacu terjadinya perkembangan di sektor media massa, yang merupakan bagian dari komponen komunikasi. Akibatnya, seruan informasi yang bersumber dari media massa, baik cetak maupun elektronik mulai terasa. Disadari atau tidak, saat ini kita memang tidak berada dalam suatu lingkaran yang sarat akan informasi. Hal ini tentunya akan memberikan dampak-dampak tertentu bagi masyarakat, baik positif maupun negatif. Namun pastinya, yang perlu diwaspadai adalah dampak negatif dari pesatnya perkembangan tersebut yang secara tidak langsung mulai mengisi liku-liku kehidupan masyarakat. Sebagai catatan dalam beberapa dasawarsa terakhir ini Perkembangan Pusat Teknologi dan arus informasi di Indonesia memang terbilang luar biasa.

Pada portal Rumah Belajar terdapat suatu fitur yang menampilkan Budaya-budaya di seluruh wilayah Indonesia. namanya adalah Fitur “Peta Budaya”. Fitur ini sangat cocok digunakan sebagai wahana untuk memperkenalkan warisan budaya mandar di seluruh nusantara agar dapat tetap terjaga dan tidak menghilang ditelan zaman.

Peta budaya pada portal rumah belajar ini sangat membantu peserta didik dalam mencari informasi- informasi terkait budaya budaya. Bahkan di fitur ini juga dilengkapi dengan peta sehingga peserta didik dapat melihat lokasi tempat budaya terebut berasal. Peta budaya juga dilengkapi dengan video yang menarik, sehingga peserta didik tidak akan bosan ketika mengakses fitur ini.

Salah satu Budaya mandar yang dapat ditampilkan di peta budaya adalah perahu sandeq. Perahu sandek adalah perahu khas Majene dan sebagian besar wilayah Sulawesi Barat yang lain seperti Polewali Mandar dan Mamuju. Sandeq merupakan simbolis dari kekayaan kemaritiman Mandar dan menjadi salah satu perahu tercepat di dunia. Sandeq, perahu tradisional Mandar merupakan warisan leluhur sebagai sarana para nelayan untuk mencari ikan di laut sebagai mata pencaharian, sebagai sarana transportasi para pedagang pada masa silam mengarungi lautan untuk menjual hasil bumi.

 

Jadi salah satu cara untuk tetap melestarikan budaya mandar agar tidak hilang dan tetap terjaga adalah dengan memasukkannya dalam fitur peta budaya di portal rumah belajar. fitur ini dapat kalian akses  kapan saja, dan dimana saja.